kinantan

kinantan

radio serunai



Winamp, iTunes Windows Media Player Real Player QuickTime Web Proxy

Mengembalikan Citra Islam Sebagai Agama Rahmatan Lil Alamin


By : Admin www.lazuardi birru.og | 18 September 2011


“Insyaallah akan ditemukan bahwa Islam mengajarkan sesuai nama Allah Ar-Rahman, maha penyayang. Islam mengajarkan umatnya untuk berkasih sayang,”





Islam sebagai agama rahmatan lil alamin tercoreng akibat ulah dari sekelompok kecil yang melakukan kekerasan atas nama agama dan terorisme. Islam yang dikenal santun, penuh dengan kasih sayang dan mencerminkan agama cinta damai harus kembali digalakkan.


Aktris Film Ketika Cinta Bertasbih (KCB), Oki Setiana Dewi, mengatakan untuk mengembalikan citra Islam sebagai agama rahmatan lil alamin pertama kali harus dimulai dari diri sendiri. Sebagai umat Islam, ungkap Oki, ketika seseorang mengkaji ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadis maka hal tersebut harus menjadi pedoman bagi dirinya.

Menurut dia, Rasulullah SAW mengatakan bahwa beliau tinggalkan dua pedoman sebagai pegangan untuk manusia yaitu Al-Qur’an dan Hadis. Ketika mempelajari pedoman itu secara benar, menafsirkan secara benar, maka akan ditemukan makna bahwa Islam merupakan agama yang cinta damai.

“Insyaallah akan ditemukan bahwa Islam mengajarkan sesuai nama Allah Ar-Rahman, maha penyayang. Islam mengajarkan umatnya untuk berkasih sayang,” kata Oki, saat ditemui di Hanggar, Jl Gatot Subroto Kav. 72, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis, 15/09/2011.

Pemeran Ana Altofunnisa dalam film KCB ini mengatakan bahwa dirinya sangat perihatin melihat aksi terorisme dan kekerasan atas nama agama di Indonesia. Ia juga sangat menyayangkan karena sebagian besar yang melakukan tindakan terror, seperti bom bunuh diri adalah para remaja yang pola pikirnya masih labil.

Mahasiswi Universitas Indonesia ini menghimbau agar para remaja lebih waspada dan bersikap hati-hati terhadap pola-pola yang dipakek oleh kelompok terorisme untuk menjadikan remaja sebagai pelaku bom bunuh diri tersebut.

“Nah, anak muda itu harus waspada mendalami agama Islam, bisa belajar dengan siapa saja, harus banyak membaca buku dan referensi yang lain untuk menambah pengetahuannya, sehingga kalau didoktrin tidak mudah terpengaruh,” demikian Oki menjelaskan.

Dalam hal ini, upayanya yang mungkin bisa dilakukan pertama adalah sosialisasi tentang bahaya terorisme dan radikalisme. Medium yang bisa digunakan, ungkap Oki, buku-buku yang menjelaskan jihad secara benar.

“Saya lihat banyak sekali sekarang buku-buku yang kontennya mengenai jihad dengan cara yang benar, agar para remaja tidak terjebak dalam aksi terorisme dan radikalisasi,” ungkapnya.

“Itu merupakan sosialisasi yang baik sekali, atau dengan kajian-kajian, menanamkan pada anak muda pada khususnya untuk mengajak agar menggali Ilmu Allah lagi di Al-Qur’an dan Hadis gitu,” imbuhnya.

Karena dengan bekal pengetahuan agama yang komprehensif, ungkap Oki, seorang remaja akan menyadari kalau ada penyimpangan dari ajaran Islam yang termaktub dakam Al-Qur’an dan Hadis. “Kalau ada yang menyimpang dari situ berarti itu salah dan saya kira, salah satu cara seperti menerbitkan buku itu adalah cara yang sangat efektif sekali untuk para remaja pada khususnya agar memahami cara jihad yang benar seperti apa,” pungkasnya.[]

0 komentar:

Posting Komentar

Link ke berbagai situs yang terkait dengan penyediaan informasi teknologi pertanian

maher zein

Loading...

Video kesenian minang

Loading...

Waroeng Serunai


Try Relay: the free SMS and picture text app for iPhone.