kinantan

kinantan

radio serunai



Winamp, iTunes Windows Media Player Real Player QuickTime Web Proxy

Al Quran sebenarnya bicara tentang diri manusia

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM


oleh Pengenalan Hakikat Diri Menurut Al Qur'an pada 30 Desember 2011 pukul 13:27
Pengenalan Hakikat Diri Menurut Al Qur'an

Bahwa manusia diciptakan oleh Allah bukan sekedar diciptakan begitu saja. Manusia diciptakan oleh Allah adalah yang paling sempurna dari semua mahluk yang telah diciptakan sebelumnya  [17.70], dapat juga kita baca surah [95.1-8]. Oleh karena itu manusia dan kesempurnaan yang Allah telah karuniakan kepadanya juga adalah mahluk yang paling berat bebannya dari mahluk-mahluk yang lain [33.72].  

[17.70] Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.

[95.1] demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun,
[95.2] dan demi bukit Sinai,
[95.3] dan demi kota (Mekah) ini yang aman,
[95.4] Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.


[95.5] kemudian Kami kembalikan Dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka),
[95.6] kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; Maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.
[95.7] Maka Apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu?
[95.8] Bukankah Allah hakim yang seadil-adilnya?

[33.72] Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, Maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.

Bahwa manusia telah sanggup menerima amanah dari Allah sementara mahluk-mahluk lain tidak sanggup menerima amanah tersebut. Mulai dari bumi sampai ke langit tidak ada yang  berani menerima atau menyanggupinya. Yang paling berat kewajiban yang dipikul oleh manusia ialah bahwa manusia harus dapat berma’rifat kepada Tuhannya atau manusia harus dapat mengenal kembali Tuhannya. Karena pada awalnya Allah telah memperkenalkan diriNya kepada manusia, kemudian manusia telah membenarkan perkenalan tersebut [7.172], maka layaklah manusia lahir ke dunia ini. Setelah manusia berada di dunia (bumi), maka dia kemudian melupakan semua apa yang telah diketahuinya, maka terjadilah kekeliruan dalam menyembah kepada Tuhan.

[7.172] dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)."

Kebanyakan manusia menyembah bukan kepada Tuhan yang telah pernah dia kenal sebelumnya (Hari Alastu), oleh karena itu betapa pentingnya seorang manusia harus mengenal Tuhannya yang telah dia kenal sebelum dia lahir ke dunia, maka tentu kita tidak boleh tinggal diam atau lengah untuk berusaha menuntut pengetahuan yang dengan pengetahuan itu kita dapat kembali mengenalNya dengan sebenar-benar mengenalNya.

Apakah Allah akan membiarkan manusia dalam kebingungan atau dalam ketidaktahuan tentang siapa sebenarnya Tuhan mereka? Maka jawabannya tentulah tidak. Allah menciptakan segala sesuatu yang ada memang untuk dikenal. Untuk mencari pengenalan akan Allah secara benar tidaklah mudah akan tetapi tidak dapat juga dikatakan sulit karena cinta kasih Allah kepada mahluk ciptaannya (manusia) yang tidak ingin dibiarkan tersesat. Berdasarkan pemahaman dari mereka itu sendiri maka dengan rahmat Allah, diturunkanlah Rasul-Rasulnya membawa kitab-kitab tuntunan untuk manusia (wahyu) yang dari kitab-kitab itulah terdapat aturan atau cara-cara bagaimana agar kita manusia dapat mencapai keselamatan untuk kembali kepadanya (kembali dapat berma’rifat kepadanya).

Pada Al-Qur’anlah terdapat sebuah kemulian manusia [21.10] artinya dengan mempelajari Al-Qur’an (ayat-ayat) Allah, manusia dapat mencapai derajat kemuliaan akan tetapi tidak semua orang berhasil memahami Al-Qur’an dengan benar, karena di dalam Al-Qur’an banyak sekali ayat-ayat Allah yang hanya merupakan kiasan-kiasan, dimana kiasan tersebut memerlukan pencernaan yang sangat dalam untuk dapat ditemukan makna-makna sebenarnya. Ternyata setelah kita berhasil mempelajari Al-Qur’an secara keseluruhan, maka nampaklah bahwa Al-Qur’an dengan segala peraturan/larangan adalah suatu yang dapat mengarahkan manusia dari tempat yang gelap gulita kepada cahaya terang benderang [14.1], [5.16] atau kepada derajat kemuliaan.

[21.10] Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah Kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Maka apakah kamu tiada memahaminya?

[14.1] Alif, laam raa. (ini adalah) kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.

[5.16] dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulitakepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.

Tidak semua orang dapat mengerti Al-Qur’an atau memahaminya dengan  baik, bahkan kebanyakan orang (terutama dari kalangan Islam sendiri), tidak  menggunakan Al-Qur’an sebagai pelajaran yang paling terjamin kemurniannya dan tidak diragukan keasliannya [14.52],  [4.82] dan amat terpelihara [15.9].

52. (Al Quran) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengan-Nya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran.

[4.82] Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.

[15.9] Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.

Seharusnya kitab Al-Qur’an itu harus dimengerti, karena kitab ini amat mulia dan turun kepada manusia dari tempat yang sangat mulia [85.21-22]. Jadi pasti dengan mempelajari Al-Qur’an dengan teliti, tentu akan membawa kita ke tempat yang mulia (Allah Maha Mulia).  Berbicara bahwa Al-Qur’an dapat membawa manusia ke tempat yang mulia (terang benderang), maka dapat kita pahami bahwa Al-Qur’an tersebut adalah suatu sarana kendaraan. Tetapi tidaklah mudah untuk membuktikan dan menemukan bahwa Al-Qur’an tersebut adalah suatu kendaraan. Suatu kendaraan tentu adalah suatu susunan atau bentuk yang sangat rapi dengan struktur yang telah dirancang, tentu oleh Yang telah menurunkannya. Untuk memahami struktur tersebut tentu tidaklah mudah, kecuali haruslah melalui petunjuk dari Allah sendiri yang telah menurunkan atau merencanakannya.

[85.21] bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al Quran yang mulia, 
[85.22] yang (tersimpan) dalam Lauh Mahfuzh.

Untuk menemukan struktur dan sifat dari masing-masing bagian dari struktur tersebut tidaklah mudah, kecuali kita mengerti bahwa di dalam Al-Qur’an terdapat ayat-ayat yang saling memaknai antara satu dengan yang lainnya [2.185]. Atau dengan kata lain bahwa Al-Qur’an adalah suatu perpaduan ayat-ayat yang saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya, sehingga tidak ada satu ayatpun dari Al-Qur’an yang tidak mengambil bagian (aktif) dalam susunan struktur tersebut, dan tidak ada juga ayat-ayat Al-Qur’an yang sudah tidak berlaku pada zaman kita ini (sekarang), semua ayat masih aktif dan berlaku sepanjang zaman.

[2.185] (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.

Kejadian-kejadian masa lalu yang telah diturunkan pada rasul-rasul Allah, masih berlaku sampai sekarang bahkan sampai dunia kiamat. Yang artinya tidak ada satu ayatpun yang kita tidak gunakan untuk mencapai kesempurnaan hidup kita ini. Jika ada sebagian dari Al-Qur’an tersebut tidak dimanfaatkan atau tidak diikuti petunjukNya, maka tentu terjadilah ketidaksempurnaan dalam hidup kita. Karena Al-Qur’an adalah suatu kendaraan, maka salah satu saja dari alat-alat kendaraan tidak berfungsi, maka terjadilah ketidaksempurnaan pada kendaraan tersebut.

Untuk memahami susunan yang terdapat dalam Al-Qur’an sehingga nampak bahwa Al-Qur’an tersebut suatu sarana yang membawa manusia kepada Tuhan (cahaya terang-benderang) [14.1], maka tentu sangatlah sulit, kecuali dengan petunjuk Allah sendiri. Tetapi bagaimanapun kita menunggu petunjuk tersebut tidak akan datang, kecuali kita taat atau mematuhi persyaratan dari Allah sendiri [10.100] dan [2.269]. Artinya pelajari dengan tekun firman Allah, maka akan nampaklah bahwa firman Allah tersebut amat ajaib, dan masih banyak misteri-misteri yang belum ditemukan oleh manusia pada zaman dahulu akan ditemukan oleh manusia pada zaman sekarang..

[10.100] dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya.

[2.269] Allah menganugerahkan Al Hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah)

0 komentar:

Posting Komentar

Link ke berbagai situs yang terkait dengan penyediaan informasi teknologi pertanian

maher zein

Loading...

Video kesenian minang

Loading...

Waroeng Serunai


Try Relay: the free SMS and picture text app for iPhone.