kinantan

kinantan

radio serunai



Winamp, iTunes Windows Media Player Real Player QuickTime Web Proxy

20 KEUTAMAAN BERDZIKIR


Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum
Banyaknya perintah berdzikir ini
menunjukkan bahwa seorang
hamba teramat butuh terhadap
dzikrullah. Hendaknya dia tidak
meninggalkannya sekejap mata
sekalipun.



Dari Abu Musa al-Asy’ari
radhiyallahu’anhu, Nabi
shallallaahu alaihi wa sallam
bersabda, “Permisalan orang yang
mengingat Rabbnya dengan
orang yang tidak mengingat
Rabbnya bagaikan orang yang
hidup dengan orang yang
mati” (HR. Bukhari). Oleh karena
itu dzikir memiliki banyak sekali
faidah, sebagaimana disebutkan
Ibnul Qayyim rahimahullah dalam
kitab “Al Wabilush Shayyib”,
diantaranya adalah sebagai
berikut:
1. Dzikir dapat mengusir setan,
mendesak, dan
menghancurkannya.
2. Menguatkan hati, badan,
menjadi cahaya bagi hati, dan
sebab datangnya rizki.
3. Menumbuhkan cinta dan
menyegarkan jiwa pelakunya.
Menumbuhkan rasa cinta yang itu
merupakan ruh bagi Islam, gerigi
bagi agama, poros kebahagiaan
dan kesuksesan.
4. Menumbuhkan muroqobah,
merasa selalu diawasi oleh Allah,
sehingga seorang hamba akan
mencapai derajat ihsan dalam
beribadah dan merasa bahwa
Allah senantiasa melihatnya dalam
segala yang dilakukannya.
Memupuk sifat al inabah (kembali
pada Allah) dan kedekatan
dengan-Nya, sehingga setiap kali
berdzikir ia akan semakin merasa
dekat dengan-Nya.
5. Allah akan mengingat dirinya.
Sebagaimana firman-Nya (yang
artinya), “Berdzikirlah kalian
kepada-Ku, niscaya (pasti) Aku
akan mengingat kalian” (QS. Al
Baqarah : 152).
6. Menghidupkan hati. Syaikhul
Islam Ibnu Taimiyyah berkata,
“Permisalan dzikir bagi hati
adalah bagaikan air dengan ikan.
Bagaimana jika ikan itu berpisah
dengan air? Ia tentu akan sekarat
dan mati, maka seperti itu pulalah
hati (jika tidak berdzikir –pent)”.
7. Membersihkan “karat” di dalam
hati. Setiap benda akan berkarat
dan karatnya hati ialah al ghaflah
(kelalaian) dan al hawa (hawa
nafsu). Semua itu akan hilang
dengan sebab dzikir, taubat, dan
istighfar.
8. Dzikir juga akan
menghapuskan kesalahan dan
dosa, karena ia merupakan
kebaikan yang paling agung.
Setiap kebaikan akan
menghapuskan keburukan dan
dosa. Sebagaimana firman Allah
(yang artinya), “Sesungguhnya
perbuatan-perbuatan yang baik
itu menghapuskan perbuatan-
perbuatan yang buruk.” (QS. Hud:
114)
9. Sebab diturunkannya rahmat
dan sakinah (ketenangan) dari
Allah. “Tidaklah suatu kaum
berkumpul dalam salah satu
rumah Allah. Mereka membaca
Kitabullah dan saling
mempelajarinya diantara mereka.
Melainkan ketenangan akan turun
kepada mereka, rahmat akan
menyelimuti mereka, malaikat
akan menaungi mereka, dan Allah
akan menyebut-nyebut nama
mereka di tengah makhluk yang
ada di sisi-Nya”. (HR. Muslim)
10. Sebab tersibukkannya lisan
dari ghibah, namimah, perkataan
dusta, keji, dan kebatilan.
Barangsiapa yang menghiasi
lisannya dengan dzikrullah, Allah
akan membentenginya dari
kebatilan, yaitu dari beratnya
akibat dosa perkataan. Sebaliknya,
barangsiapa yang lisannya kering
dari dzikir, ia akan membasahinya
dengan kebatilan, laa haula wa laa
quwwata illa billah.
11. Dzikir merupakan tumbuhan
surga. Disebutkan dalam sebuah
hadits, “Barangsiapa yg
membaca: Subhaanallaahil
‘azhiimi wabihamdih maka
ditanam untuknya sebatang
pohon kurma di surga.” (HR.
Tirmidzi, dishahihkan oleh Al
Albani)
12. Merutinkan berdzikir kepada
Allah akan menjaga diri dari
melupakan Allah ‘Azza wa Jalla.
Melupakan Allah adalah sebab
penderitaan hamba, dalam
kehidupan dunia maupun di
akhirat. Melupakan Allah akan
membuatnya lupa terhadap diri
dan kemaslahatan dirinya sendiri.
“Dan janganlah keadaan kamu
seperti orang-orang yang
melupakan Allah, lalu Allah pun
membuatnya lupa kepada dirinya
sendiri; itulah orang-orang yang
fasik.” (QS. Al Hasyr : 19)
13. Dzikir akan mendekatkan
pelakunya dengan Dzat yang ia
sebut-sebut dalam dzikirnya. Allah
akan senantiasa bersamanya.
Kebersamaan (al ma’iyah) yang
dimaksud ialah kebersamaan
dalam cinta, pembelaan,
pertolongan, dan taufik (bukan
secara Dzat –pen). “Sesungguhnya
Allah bersama orang-orang yang
bertakwa dan orang-orang yang
berbuat kebaikan.” (QS. An Nahl :
142) “Janganlah bersedih,
sungguh Allah bersama kita” (QS.
At Taubah : 40). Sebagaimana
pula dalam hadits qudsi, “Aku
senantiasa bersama hamba-Ku
selama ia berdzikir kepada-Ku,
dan menggerakkan kedua
bibirnya untuk berdzikir.” (HR.
Ahmad, dishahihkan Al Albani).
14. Dzikir merupakan obat hati
yang keras. Seseorang berkata
kepada Hasan Al Bashri, “Wahai
Abu Sa’id, aku mengadu
kepadamu tentang kerasnya
hatiku.” Jawab beliau,
“Lembutkanlah ia dengan dzikir”.
Berkata pula Mak-hul, “Mengingat
Allah merupakan obat, sementara
mengingat manusia adalah
penyakit”.
15. Dzikir merupakan sebab Allah
dan para malaikat-Nya
bershalawat atas ahli dzikir.
“Dialah yang memberi rahmat
kepadamu dan malaikat-Nya
(memohonkan ampunan
untukmu), supaya Dia
mengeluarkan kamu dari
kegelapan kepada cahaya (yang
terang). Dan Dia Maha Penyayang
kepada orang-orang yang
beriman.” (QS. Al Ahzab : 41-43)
16. Allah membanggakan orang-
orang yang berdzikir di hadapan
para malaikat-Nya, sebagaimana
dalam sebuah hadits dari Abu
Sa’id Al Khudri bahwa Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda kepada sebagian
shahabat yang tengah berdzikir,
“Apa yang membuat kalian duduk
di sini?” Mereka menjawab, “Kami
duduk untuk mengingat Allah
ta’ala dan memuji-Nya atas
petunjuk yang Allah berikan
kepada kami sehingga kami bisa
memeluk Islam dan nikmat-
nikmat yang telah dilimpahkan-
Nya kepada kami.”
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
pun mengatakan, “Demi Allah,
apakah kalian tidak ada alasan
lain bagi kalian yang membuat
kalian duduk di sini?” Mereka
menjawab, “Demi Allah, tidak ada
niat kami selain itu.” Beliau pun
bersabda, “Adapun aku,
sesungguhnya aku sama sekali
tidak memiliki persangkaan buruk
kepada kalian dengan
pertanyaanku. Akan tetapi, Jibril
datang kepadaku kemudian dia
mengabarkan kepadaku bahwa
Allah ‘azza wa jalla
membanggakan kalian di
hadapan para malaikat.” (HR.
Muslim)
17. Dzikir adalah salah satu tujuan
pensyariatan amal-amal ibadah.
“Dan tegakkanlah shalat untuk
berdzikir kepada-Ku.” (QS. Thaha :
14). Ibnu Abbas ditanya, “Amal
apa yang paling agung?” Beliau
menjawab, “Berdzikir kepada
Allah itulah yang terbesar.”
18. Merutinkan dzikir dapat
mengganti sebagian keutamaan
ibadah lain. Suatu ketika para
shahabat yang fakir dari kalangan
Muhajirin mengadukan kondisi
mereka yang kesulitan dalam
menandingi ibadah orang-orang
kaya seperti haji, umrah, dan
jihad. Maka Nabi shallallaahu
‘alaihi wa sallam bersabda,
“Maukah aku ajarkan kepada
kalian sesuatu yang karenanya
kalian bisa menyusul orang-orang
yang mendahului kebaikan kalian,
dan kalian bisa mendahului
kebaikan orang-orang sesudah
kalian, dan tak seorang pun lebih
utama daripada kalian selain yang
berbuat seperti yang kalian
lakukan?” Mereka menjawab,
“Baiklah wahai Rasulullah?” Beliau
bersabda, “Kalian bertasbih,
bertakbir, dan bertahmid setiap
habis shalat sebanyak 33
kali.” (HR. Muslim)
19. Banyak berdzikir
membebaskan diri dari
kemunafikan. “Dan tidaklah
mereka (orang-orang munafik –
pent) berdzikir mengingat Allah
kecuali sedikit sekali.” (QS. An
Nisaa’ : 142). Ka’ab berkata,
“Barangsiapa yang banyak
berdzikir niscaya dia akan
terbebas dari kemunafikan”.
20. Dzikir lebih utama daripada
do’a. Karena dzikir merupakan
pujian bagi Allah Ta’ala,
sedangkan do’a ialah permintaan.
Tambahan dari penulis: Ibnu
Katsir berkata, “Allah memberi
karunia-Nya kepada ahli dzikir,
lebih banyak dari yang ia beri
kepada ahli do’a.” Hal itu
berdasarkan firmannya,
“Berdzikirlah kalian kepada-Ku,
niscaya Aku akan mengingat
kalian” (QS. Al Baqarah ayat 152).”
Demikian, semoga Allah
memberikan kita semua taufik
untuk menjadi ahli dzikir.
Wassalamu'alaikum

0 komentar:

Posting Komentar

Link ke berbagai situs yang terkait dengan penyediaan informasi teknologi pertanian

maher zein

Loading...

Video kesenian minang

Loading...

Waroeng Serunai


Try Relay: the free SMS and picture text app for iPhone.