kinantan

kinantan

radio serunai



Winamp, iTunes Windows Media Player Real Player QuickTime Web Proxy

TEKNIK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SECARA PARTISIPATIF


http://burhan.staff.ipb.ac.id/
Konsep Pemberdayaan
Dekade 1970-an adalah awal kemunculan konsep pemberdayaan dan berkembang
seiring kemajuan  zaman hingga akhir abad ke-20. Konsep pemberdayaan merupakan
bagian yang menyatu dengan  aliran – aliran yang muncul pada paruh  abad ke-20.
Konsep pemberdayaan dalam wacana pembangunan masyarakat selalu berkaitan
dengan pendekatan kemandirian, partisipatif dan jaringan kerja.



 Pemberdayaan masyarakat tidak hanya mengembangkan potensi ekonomi masyarakat, tetapi juga
harkat, martabat, rasa percaya diri dan harga diri serta terpeliharanya tatanan nilai dan
budaya setempat. Pemberdayaan sebagai konsep sosial budaya yang impelemntatif
dalam pembangunan yang berpusat pada rakyat, tidak saja menumbuhkembangkan
added vallue  ekonomi, tetapi juga nilai-nilai sosial budaya.
Peranan agen-agen pembaharuan  dalam usaha pemberdayaan saat ini terkonsentrasi
pada sasaran sumber daya manusia sebagai sasaran pokok pembinaan. Model
pembangunan yang berpusat pada rakyat melalui penekanan pemberdayaan adalah
yang seharusnya diterapkan. Penekanan kepada pengalaman masyarakat dalam sejarah
dan posisinya dalam keberadaan budaya dan  nilai-nilai sosial setempat adalah
kesesuaian dengan model pemberdayaan yang akan diterapkan.
Pendekatan pembangunan yang berpusat pada rakyat berusaha untuk membangkitkan
kesadaran akan pentingnya keberadaan dan tatanan sosial mereka yang sebelumnya
pernah ada. Wujud-wujud organisasi yang pernah ada atas dasar pemenuhan
kebutuhan praktis adalah awal dari metode pemberdayaan dan celah untuk masuk ke
sistem sosial masyarakat. Kebutuhan praktis yang dimaksud adalah  kebutuhan dasar
manusia.
Upaya-upaya pemberdayaan yang dilaksanakan melalui pemberian bantuan sosial
sangat rentan sebatas memenuhi kebutuhan sesaat. Hal ini juga tidak mendidik pribadi
masyarakat untuk berusaha mengembangkan kemampuan dan potensi sumber daya
yang dimlikinya.Departemen Agribisnis FEM IPB
TEKNIK  PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SECARA PARTISIPATIF 2
Dari uraian-uraian di  atas, sedikitnya tergambar jelas bahwa dalam pelaksanaan
pemberdayaan masyarakat konsep keswadayaan, kegotong royongan dan partisipatif
masyarakat serta menghargai nilai sosial dan budaya setempat, adalah metode ampuh
yang setidaknya dilakukan.
Teknik  Pemberdayaan Partisipatif
Masyarakat memiliki potensi dan kekuatan dari sumber-sumber daya alam dan sosial
budaya yang dimilikinya. Potensi tersebut perlu digali melalui strategi yang sesuai
dengan kebutuhan masyarakat. Cara menggali inilah yang merupakan initi dalam
pemberdayaan masyarakat. Dalam pemberdayaan masyarakat, kita harus berpegang
teguh terhadap konsep dan memahami betul kebutuhan masyarakat dan permasalahan
yang dihadapinya. Masyarakat harus terlibat dalam penyusunan pemecahan
masalahan yang akan diselesaikan melalui pemberdayaan.
Partisipasi masyarakat dalam pembangunan harus didukung dan
ditumbuhkankembangkan secara bertahap, perlahan namun pasti dan menyeluruh.
Jiwa partisipatif yang ditanamkan terhadap masyarakat akan memunculkan perasaan
memiliki terhadap apa yang dikembangkan, karena hal tersebut telah menjadi wadah
pemenuhan kebutuhannya.
Terdapat banyak teknik dan metode pemberdayaan secara partisipatif, namun
demikian startegi dasarnya adalah sama. Secara garis besar, langkah-langkah dalam
pemberdayaan masyarakat secara partisipatif , adalah :
1. Perumusan konsep
2. Penyusunan model
3. Proses perencanaan
4. Pelaksanaan gerakan pemberdayaan
5. Pemantauan dan penilaian hasil pelaksanaan
6. Pengembangan pelestarian gerakan pemberdayaan.
Strategi pemberdayaan masyarakat secara partisipatip melibatkan sejumlah praktisi
pembangunan sebagai fasilitator dalam memfasilitasi peningkatan aksesibilitas
terhadap sumber-sumber daya yang dikembangkan. Oleh karena itu, para praktisi
harus mempunyai keterampilan dalam rangka menciptakan kemampuan-kemampuan
internal masyarakat. Kemampuan tersebut, diantaranya :
1. Negosiasi ; keahlian meningkatkan kemampuan masyarakat dalam penawaran
program, proyek dan kegiatan yang diusulkan masyarakat.
2. Pengambilan keputusan ; keahlian  meningkatkan kemampuan masyarakat
dalam mengambil keputusan secara demokratis, transparan dan memperhatikan
akuntabilitas masyarakat.Departemen Agribisnis FEM IPB
TEKNIK  PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SECARA PARTISIPATIF 3
3. Pelibatan berbagai pihak ditingkat lokal, bertujuan untuk meningkatkan
kemampuan mengidentifikasi unsur-unsur masyarakat yang berperan optimal
dalam pembangunan.
Perencanaan Partisipatif
Kodrat bagi setiap orang, laki-laki maupun perempuan  ingin dihargai kemampuan,
harkat dan martabatnya. Dari kenyataan tersebut maka seluruh lapisan masyarakat
perlu diajak berperanserta atau berpartisipasi dalam berbagai kegiatan pembangunan.
Melalui perencanaan partisipatif diharapkan hubungan  yang erat antara masyarakat
dengan kelembagaan masyarakat secara terus-menerus. Masyarakat diberi kesempatan
untuk menyyatakan masalah yang dihadapi  dan gagasan-gagasan sebagai masukan
untuk berlangsungnya proses perencanaan berdasarkan kemampuan warga
masyarakat desa itu sendiri.
Dalam perencanaan partisipatif, semua warga atau kelompok dalam masyarakat pada
dasarnya berhak untuk berperan didalamnya agar dapat mengungkapkan
permasalahan dan kebutuhan mereka. Terdapat beberapa ciri khusus perencanaan
partisipatif dilihat dari adanya peran serta masyarakat dalam proses pembangunan
desa.  Ciri-ciri tersebut adalah :
1. adanya hubungan yang erat antara masyarakat dengan kelembagaan secara
terus-menerus.
2. masyarakat atau kelompok masyarakat diberi kesempatan untuk menyatakan
permasalahan yang dihadapi dan gagasan-gagasan sebagai masukan berharga.
3. proses berlangsungnyya berdasarkan kemampuan warga masyarakat itu sendiri.
4. warga masyarakat berperan penting dalam setiap keputusan.
5. warga masyarakat mendapat manfaat dari hasil pelaksanaan perencanaan.
Terdapat 3 prinsip pokok  perencanaan partisipatif dalam pembangunan masyarakat
desa, yaitu :
1. belajar dari masyarakat,  maksudnya bahwa perencanaan partisipatif
pembangunan masyarakat desa bertolak dari  dari pengakuan dan kepercayaan
akan nilai pengetahuan tradisional masyarakat, serta kemampuan masyarakat
untuk memecahkan masalahanya sendiri.
2. adanya pemandu masyaraka sebagai pelaku, dimaksudkan bahwa  diperlukan
peran pemandu yang bukan sebagai ‘guru’ atau ‘penyuluh’ ataupun ‘ peneliti’
serta menempatkan warga masyarakat sebagai narasumber utama dalam
memahami keadaannya sendiri.
3. keterkaitan semua kelompok masyarakat, artinyya tidak terbatas pada
kelompok-kelompok masyarakat tertentu saja.Departemen Agribisnis FEM IPB
TEKNIK  PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SECARA PARTISIPATIF 4
Metode PRA Dalam Pemberdayaan Masyarakat
Merupakan metode pendekatan belajar tentang kondisi dan kehidupan pedesaan dari,
dengan dan oleh masyarakat desa sendiri. Pengertian belajar di sini, mempunyai arti
luas karena meliputi juga kegiatan mengkaji, merencanakan dan bertindak. Tujuan
utama metode PRA adalah untuk menghasilkan rancangan program yang lebih sesuai
dengan hasrat dan keadaan masyarakat. Lebih dari itu, PRA juga bertujuan
memberdayakan masyarakat, yakni dengan kemampuan masyarakat dalam mengkaji
keadaan mereka sendiri, kemudian melakukan perencanaan dan tindakan.
Prinsip-prinsip dasar penerapan PRA, adalah sebagai berikut :
1. masyarakat dipandang sebagai subjek bukan objek.
2. praktisi berusaha menempatkan posisi sebagai ‘insider’ bukan ‘outsider’
3. lebih baik mendekati brnar daripada benar-benar salah untuk menentukan
parameter yang standar.
4. masyarakt yang membuat peta, model, diagram, pengurutan, memberi
angka/nilai, mengkaji/menganalisa, memberikan contoh, mengidentifikasi dan
menyeleksi prioritas masalah, menyajikan hasil, mengkaji ulang dan
merencanakan kegiatan aksi.
5. pemberdayaan dan partisipatif masyarakat dalam menentukan indikator sosial
(indikator  evaluasi partisipatif).
Teknik-teknik PRA, adalah :
1. uraian data skunder (analisis data base) ; bertujuan untuk memperoleh informasi
awal mengenai sosio demografis, sosio ekonomi, sosio budaya masyarakat.
2. pemetaan prasarana, gedung, ruangan, sumberdaya alam dan lokasi
3. observasi  langsung terhadap proses pelayanan sosial ;  merupakan metode
perolehan informasi yang mengandalkan  pengamatan langsung di lapangan,
baik yang menyangkut objek, kejadian, proses,  dll.
4. analisa pola penggunaan waktu (jadwal sehari-hari.)
5. kalender musim dan profil perubahan
6. diskusi kelompok terarah
7. profil sejarah
8. analisa pola keputusan
9. studi kasus atau cerita tentang kehidupan; digunakan untuk informasi yang sulit
dijelaskan dengan statistik, tetapi cukup menolong untuk dapat
menggambarkan kondisi  dan lingkungan sosial yang spesipik atau unik di
masyarakat.
10. bagan hubungan antar pihak; menggambarkan hubungan antar pihak yang
terkait dalam kehidupan bermasyarakat, digunakan untuk mengetahui
mekanisme vertikal dan horizontal antar sumber sosial yang ada di masyarakat,
serta pandangan antar sumber sosial terhadap fungsi  sumber sosial.Departemen Agribisnis FEM IPB
TEKNIK  PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SECARA PARTISIPATIF 5
11. peta mobilitas masyarakat; memperlihatkan lingkup gerak dengan
menggambarkan sumber-sumber sosial mana yang diakses masyarakat  dalam
suatu jangka waktu tertentui.
12. pengurutan kekayaan.
13. bagan alur input-output
14. pengorganisasian masalah
Indikator Keberhasilan PRA dalam perencanaan partisipatif    dapat diketahui melalui
pengamatan terhadap perilaku masyarakat yang menunjukan keberdayaan  dilihat dari
beberapa dimensi berikut :
1. Aktualisasi: Ekspresi diri setiap anggota masyarakat dalam proses pengambilan
keputusan, baik pada tahap dialog maupun penemuan dan pengembangan
untuk program selanjutnya. Internalisasi penilaian yang merupakan hasil
ekspresi diri yang dihargai dan dijadikan pertimbangan keputusan kelompok.
2. Koaktualisasi Eksistensi: Gejala-gejala perilaku yang menunjukan bahwa adanya
aktualisasi bersama dalam kelompok  atau komunitas atau masyarakat yang
berimplikasi pada eksistensi kelompok atau komunitas atau masyarakat dalam
mengatasi masalah-masalah sosial dan lingkungan.
Akhirnya, pembangunan masyarakat tetap menjadi tanggungjawab bersama. Kunci
keberhasilan dari seluruh strategi yang diterapkan adalah keikhlasan dan kesabaran
para praktisi pembangunan, dengan dukungan kejujuran, tidak mustahil keberdayaan
masyarakat dan masyarakat yang madani dapat tercapi dengan mudah.

Disampaikan pada :
Pelatihan Program Pengembangan Desa Binaan
Bogor, 26 – 29 September 2002

0 komentar:

Posting Komentar

Link ke berbagai situs yang terkait dengan penyediaan informasi teknologi pertanian

maher zein

Loading...

Video kesenian minang

Loading...

Waroeng Serunai


Try Relay: the free SMS and picture text app for iPhone.